Selasa, 07 Oktober 2008

TALI yang baik itu bernama TALI SILATURAHMI

Terdengar ASING kata itu, walau sebenarnya RUH dari KATA itu sendiri membawa banyak ARTI.
Tidak saja mengukir seruan damai dan kesejukan jiwa, tetapi juga banyak keberkahan yang BERTAWAF disekelilingnya. 
Mengasah baik ia dalam KEHIDUPANMU, adalah jalan kesadaran yang senantiasa mengingatkan hati pada rasa kemanusiaan dan pengertian pada sesama.
TALI SILATURAHMI… ceritanya bersahaja bisa melebihi apapun, bila saja cinta dan keikhlasan mampu terbagi TANPA hasrat untuk diberi, jabat tulus TALI SILATURAHMI haruslah bisa menyentuh hati siapa saja, Walau sesungguhnya bukan selalu MATERI yang menentukan. 
Apa yang diperbuat nyata bagi diri, bahwa menjalin persahabatan itu dalam segala suka memberi PELUANG HIDUP yang lebih panjang sebagaimana janji tuhan pada kita semua. 
Sebelum semuanya terpanggil padaNYA dan sebelum nafas kita berhenti berhembus… maka cepatlah kembali, perKUATlah TALI SILATURAHMI dan jangan memutuskannya, karena TUHAN pun tahu bahwa kita sesungguhnya hanya melupakan DOA baik di balik tali silaturahmi itu, yang sebenarnya INDAH bila kita mau melakukannya. 

Senin, 06 Oktober 2008

JALAN BAIK itu DIPERTANYAKAN

Menyapa JALAN BAIK itu kadang berbeda dari cara kita memandanginya. Tidak sedikit yang meresahkan hati mengoyak jiwa kemanusiaan kita, sebelum mampu merasakan kebaikan itu ada.

sungguhkah jalan baik itu memberi kebenaran,yang justeru bertentangan dari CARA yang diberikan?

Adakah CARA yang dipilih selain MERAH yang membekas. Dengan PUTIH yang lebih santun?

perlukah RASA EMOSI menjadi seirama dengan maksud hati untuk mengubah seseorang?

Untuk hidup yang lebih baik…kadang jalan seperti itu perlu ada, namun bukan berarti HARUS ADA dalam setiap masalah yang dihadapi. Masih banyak kelembutan yang tersisa, yang justeru memiliki pengaruh yang lebih besar ketimbang panas yang terus ditiupkan.

Apa yang kuperbuat nyata adanya untuk SATU CINTA BERBAKTI-tidak ada yang lain. Namun sesungguhnya mohon AMPUN yang besar bila RIDHO yang baik itu, telah membuat keraguan menyelimuti jiwaku…meracuni pikiranku… dan membuatku menantang RESIKO itu lebih nyata adanya.

Seperti tidak pernah cukup untuk berhenti… jalan baik itu selalu datang diluar dari rencana yang terpikirkan…Tidak saja Hitam dan Kecut yang menjadi bunga CURIGA yang menambah lemahnya hati, tetapi juga semangat untuk berubah menjadi lebih dari sekadar HARAPAN, yang memungkinkan ada setelah MERAH itu terhapuskan.


DIMANA KATA DAN MAKNA TERTERA

Setiap KATA itu bermakna...
Banyak RAHASIA dibalik maknanya...
Dia menjadi baik atau tidak, semua itu terpengaruh dari cerita dibalik makna itu...
Mengartikan dan memakluminya, jauh lebih baik bila semua MAKNA dibelakangnya kita kembalikan pada yang memberi...
Hanya DOA yang tersisa bila kita ingin MAKNA itu berlabuh indah...
Atur dan Kendalikan nafas hati mu bila ia sudah mulai tersengal dan jiwa batinmu bila sudah mulai berdebar. Sesungguhnya apa yang TERSIRAT dibalik tanda-tanda itu, TIDAK SELAMANYA mengungkapkan KEBENARAN yang kau yakini.
Percayalah masih banyak RAHASIA yang belum terungkap dibalik tanda-tanda ITU... Untuknya, SEBELUM semuanya menjadi KELAM... perlu ada tutur yang baik, prasangka yang indah, dan hati yang tersenyum serta menyerahkan spenuhnya pada yang Kuasa.
Semuanya akan TERJAGA DAN TERKENDALI, selagi kita tetap dekat kepadaNYA dan tidak berputus asa pada JANJI-JANJI BAIKNYA pada kita semua. Amin..ya Rabbal Alamin.